12/27/2018

Jokowi-Ma'ruf Akan Gunakan Isu Wahabi Pilpres 2019 CP Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan YS ::: Jokowi-Ma'ruf Akan Gunakan Isu Wahabi Pilpres 2019 CP Bulan Ramadlan
Sekarang ini untuk memenangkan pilpres 2019 semua isu digunakan, bahkan jokowi sendiri sudah banyak mengeluarkan kata yang tidak baik seperti "Sontoloyo, Genderuwo" dan lain lain, dan sedangkan ma'ruf amin sudah pernah menyinggung Islam Nusantara. katanya ma'ruf akan memperjuangkan islam nusantara nantinya, berarti kalau melihat jelas nanti arah serangannya adalah wahabi dan sunni yang tetap kompeten dengan ajaran sunni yang tidak bisa menyamakan semua agama.

Jadi mulai sekarang sudah harus hati hati dengan yang akan terjadi, bisa saja nantinya akan memanas dan terjadi sesuatu yang seharusnya tidak terjadi.

Andai ada perang ideologi antara islam nusantara dengan islam salafi atau wahabi, anda akan berpihak di mana?

Kita semua tahu bahwa politik di negara kita ini kurang begitu dewasa, dan segala macam isu bisa digunakan hanya untuk satu tujuan, dan jika itu hal yang tidak begitu bahaya menurut saya tidak masalah, namun jikalau sekiranya akan membuat perpecahan atau gejolak yang berkepanjangan, menurut saya hal itu haruslah dicegah semaksimal mungkin.
read more

Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah CP Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan YS ::: Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah CP Bulan Ramadlan
 السلام عليكم ورحمة الله وبركاته بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله  اللهم صل وسلم على سيدنا محمد  وعلى اله وصحبه
Sekarang ini saya agak getol membuat tulisan mengenai Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, karena tulisan mengenai Pengertian Ahlus Sunnah Wal Jama'ah sebelumnya diserang oleh kaum wahabi dan juga banyak copy paste, maka saya perlu membuat lagi dan setidak tidaknya saya harus mereferensikan kepada publik, begitu juga kepada anda yang membaca tulisan ini, silahkan anda baca tulisan saya di link berikut: "https://jaibnajhan.blogspot.com/2012/12/pengertian-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html"
Saya juga sudah menulis tulisan yang lain yang walaupun sama sama membahas Ahlus Sunnah Wal Jama'ah akan tetapi cara penjelasannya dan poin poin yang dibahas agak berbeda atau bisa dikatakan sangat berbeda.
Silahkan anda lihat di link link berikut ini:
https://janaramadlan.blogspot.com/2018/12/pengertian-ahlus-sunnah-wal-jamaah.html
https://komentarbulanramadlan.blogspot.com/2018/12/definisi-ahlus-sunnah-wal-jamaah-secara.html
https://komentarbulanramadlan.blogspot.com/2018/12/memahami-apa-itu-sunni-versi-bulan.html

Silahkan anda baca semua satu persatu, insya Allah anda sangat banyak mendapatkan pengetahuan mengenai apa sebenarnya Ahlus Sunnah Wal Jama'ah itu.
Pada dasarnya Ahlus Sunnah Wal Jama'ah adalah siapapun muslim yang menjalankan keislamannya dengan keislaman yang sesuai dengan keislamaan Rasulullah SAW dan juga para sahabat Nabi.
Dan juga menjalankan keimanan yang sesuai dengan keimanan Nabi.

Jadi yang menyamakan Allah dengan makhluk bukanlah Ahlus Sunnah Wal Jama'ah, begitu juga yang tidak berakhlak terpuji seperti nabi dan sahabat.

Maksud seperti disini bukan berarti harus benar benar sama, karena tidak mungkin kita itu sama dengan nabi, yang penting sama secara dhahir atau sama maksudnya saja, alias kita tidak boleh melakukan sesuatu yang bertentangan dengan Rasul maka bisa kita dikatakan Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.
read more

12/09/2018

Target 50 Pos Sebelum Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan YS :::  Target 50 Pos Sebelum Bulan Ramadlan
Saya mempunyai niat untuk memuat pos sebanyak mungkin, target saya 50 pos sebelum bulan ramadlan, namun di pos saya selalu ada keyword "Bulan Ramadlan".

Hemm.. sepertinya sulit, namun walau sulit saya harus terus berusaha karena ini adalah salah satu perjuangan, karena saya mempunyai niat mengumumkan kepada seluruh ummat islam di indonesia bahwasanya penulisan transliterasi pendekatan antar arab ke indonesia itu adalah hasil karya para ulama indonesia yang seharusnya kita jaga, namun pada faktanya, pada kenyataannya sekarang dirusak oleh kelompok wahabi bahkan warga NU sendiri dan pengurus NU ada yang ikut ikutan merusak peninggalan para ulama terutamanya ulama NU sendiri.
(Untuk mengetahui hal ini lebih lengkap silahkan anda baca" Fakta Dasar Penulisan Ramadlan, Ramadan dan Ramadhan)

Jika anda sudah membacanya dengan baik dan tidak terburu-buru, saya yakin anda sudah sangat paham akan kebenaran transliterasi bahasa arab ke bahasa indonesia, dan sekarang sudah saatnya anda bersama dengan saya memperjuangkannya dan menyebarkan penulisan Ramadlan.
Dan sekian dari saya terima kasih sudah berkunjung.
read more

11/06/2018

Waspada Kepada Kelompok Yang Benci kepada Kalimat Tauhid_Bulan Ramadlan

Bulan Ramadlan YS :: Waspada Kepada Kelompok Yang Benci kepada Kalimat Tauhid_Bulan Ramadlan
Sekarang ini bermunculan sekelompok orang yang sangat membenci kepada simbol simbol islam, atau gaya gaya islam, amaliah islam dan lain sebagainya.
Kelompok seperti ini walaupun mereka islam namun mereka adalah kelompok munafik yang akan menghancurkan islam dari dalam, mereka tidak akan segan mengusir, mencaci, memukul atau melakukan hal lainnya yang seharusnya tidak dilakukan sesama islam.

https://yahya-sojo.blogspot.com/

Jika anda mengetahui ada kelompok yang benci dengan simbol islam, atau gaya gaya islam atau amaliah islam, silahkan anda amati terus gerak gerik mereka, pasti nantinya mereka akan berbuat kasar kepada muslim lainnya bahkan mereka seakan-akan menganggap kaum muslimin yang tidak masuk golongan mereka sangat hina dan tidak pantas mendapatkan perilaku baik walaupun hanya seujung kuku.

Sekedar pengawasan atau pantauan sementara, biasanya kelompok seperti tersebut lebih condong dan lebih mengarah kepada tiga aliran islam, yaitu islam syi'ah, liberal dan kejawen. walaupun mereka ada di organisasi atau partai atau negara yang jelas jelas islam Ahlus Sunnah Wal Jama'ah.

Maka karena itu harap saudara seiman berhati-hati, jangan sampai anda dibutakan dengan organisasi, partai, majlis atau pun negara semata, karena aliran dan paham seperti ini sudah masuk kemana-mana dan sekarang semakin merajalela. mudah mudahan saja kita diselamatkan oleh Allah dan mereka segera dilenyapkan oleh Allah Amin..
read more

9/27/2011

Tim Investigasi Presiden tak Pernah Buahkan Hasil

Komisi I DPR menilai upaya Presiden membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kasus teroris di Indonesia tak pernah membuahkan hasil. Sudah berkali-kali presiden membentuk tim tersebut sejak maraknya aksi teror di Indonesia. Namun hasilnya, pencegahan aksi teror masih jauh dari harapan.

"Saya selalu mendengar tim investigasi, tapi mana hasilnya," ungkap Anggota Komisi I, Tjahyo Kumolo, saat dihubungi, Selasa (27/9). Kalau tim tak mampu mendeteksi dini terjadinya aksi teror, maka tim yang dibentuk itu sia-sia.

Negara dinilai lalai sehingga aksi teror seperti bom bunuh diri di gereja Kepunton Solo terjadi beberapa hari lalu. Aksi tersebut, kata Tjahyo, dinilai sebagai bukti tak adanya koordinasi antara lembaga keamanan, pertahanan, dan intelijen. Menurutnya, semua lembaga itu simultan karena masing-masing memiliki tenaga intelijen yang kuat.

''Tim investigasi seharusnya mampu menjangkau informasi yang beterbaran di masyarakat sehingga tak perlu menimbulkan korban jiwa akibat insiden bom bunuh diri,'' katanya.

Pihaknya akan mempertanyakan kinerja SBY dalam menangani aksi teror. Selama ini, jelasnya, SBY terlalu fokus pencitraan sehingga mengabaikan hal-hal yang lebih penting. Tjahyo mengingatkan jangan main-main dalam penanganan terorisme karena melibatkan nyawa orang.

Salah penanganan bisa terjerat pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) karena akan mengancam hak seseorang untuk hidup. "Hati-hati," ungkap Tjahyo.
read more

9/26/2011

Belajar Qira’at Sab’ah, Luruskan Salah Paham

Selama ini, kesalahan besar yang berkenaan dengan pengumpulan al-Qur’an adalah bahwa pemahaman bahwa Ustman bin Affan memerintahkan untuk menuliskan al-Quran dalam satu bacaan yang sama dan menjadikan enam mushaf. Lalu, mushaf-mushaf tersebut di kirim ke daerah-daerah Islam, seperti Mekkah, Yaman, Kufah, Syam, Bashrah, dan di Madinah sendiri.

“Mulai sekarang, pemahaman seperti itu harus dicoret besar-besar. Dengan enaknya, mereka bilang kalau Utsman menyamakan bacaan al-Qur’an dan menjadikannya dalam enam mushaf Utsmani itu agar bacaan umat Islam sama. Ini harus diluruskan,” tegas Ustadz Fathoni dalam pengajian rutin Qira’at Sab’ah di Masjid Raudhatul Qur’an, Institut Ilmu Al-Quran (IIQ), Jumat (26/11).

Lebih lanjut, Ustadz Fathoni menjelaskan, bahwa ide penulisan Al-Qur’an pada masa Khalifah Utsman adalah suatu ketika pasukan muslimin sedang berperang di daerah Azerbaijan dan Armenia (uni Soviet). Prajurit Irak dan Syiria ternyata menemukan adanya perbedaan cara membaca Al-Qur’an. Karena, dulu Nabi saw. memang mengirimkan sahabat yang berbeda dengan bacaan yang berbeda ke daerah-daerah untuk mengajarkan al-Qur’an pada pendudukan setempat. Perbedaan ini membuat mereka saling bertikai. Kabar pertikaian itu pun sampai didengar Utsman bin Affan.

Maka, oleh Utsman dibentuklah tim penulisan wahyu. Tulisan-tulisan al-Qur’an (belum dibukukan—masih di tulang hewan, kulit binatang, atau di kayu) yang dikumpulkan pada masa Abu Bakr pun ditulis ulang oleh tim penulis wahyu yang terdiri dari Abdullah bin Amr bin Ash, Abdulah bin Zubair, Abdurrahman bin Harits bin Hisyam, dan Zaid bin Tsabit.

Ternyata, memang ada perbedaan cara membaca dalam mushaf-mushaf tersebut. Oleh tim penulis wahyu, semua perbedaan-perbedaan itu dituangkan dalam enam mushaf (atau dalam pendapat lain 5 mushaf) yang kemudian dikirim ke beberapa daerah seperti tersebut di atas. Jadilah, enam mushaf itu sebagai mushaf imam di beberapa daerah. Mengenai pemberian nama mushaf utsmani, dinisbatkan pada Khalifah Utsman karena penulisan itu dilakukan pada masa pemerintahannyaa.

Lalu, pertanyaan berikutnya; apa yang dimaksud dengan qiraat sab’ah itu?

Ustadz Fathoni menjawab, bahwa keseluruhan Al-Qur’an dari awal hingga akhir itu tidak akan keluar dari tujuh perbedaan bentuk/wajah, antara lain: bentuk isim (mufrad, mutsanna, dan jama’), fi’il (madhi, mudhari’, dan amr), i’rab (rafa’, nasb, jar, dan jazm), naqis atau ziyadah, taqdim dan ta’khir, tabdil, dan perbedaan dalam bentuk dialek (lahjah).

“Jadi, tidak berarti jika seseorang membaca al-Quran dari seorang imam, dia telah membaca seluruh bentuk dari qiraah sab’ah yang terkandung dalam al-Qur’an. Akan tetapi, dia hanya membaca sebagian dari qiraat sab’ah itu,” jelas Ustadz Fathoni.

Masjid Raudhatul Qur’an IIQ sendiri mengadakan pengajian rutin ilmu langka ini 2 kali seminggu, yakni setiap Senin dan Rabu malam setelah Shalat Isya’. Masyarakat umum juga bisa mengikuti.
read more